Hai sobat elgie, seperti yang kita ketahui bersama salah satu permasalah serius yang terjadi di abad ini yaitu pemanasan global. Apa yang dimaksud dengan pemanasan global ? Pemanasan global atau global warming yaitu proses terjadinya kenaikan suhu rata rata pada bumi. Pemanasan global terjadi karena panas dari matahari yang seharusnya dipantulkan kembali terperangkap di atmosfer bumi akibat dari gas rumah kaca. Beberapa gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana. Dinamakan gas rumah kaca karena gas tersebut biasa dipergunakan pada rumah kaca untuk meningkatkan temperatur yang ada di dalam rumah kaca. Semakin tinggi konsentrasi gas tersebut makan panas yang akan terperangkap semakin banyak.

Berdasarkan data dari www.iea.org, total emisi gas CO2 di bumi telah meningkat sebesar 63,35% sejak tahun 1990 atau pasca terjadinya revolusi industri. Hal ini sejalan dengan kenaikan suhu rata rata pada bumi. Adanya kenaikan suhu rata rata pada bumi akan menyebabkan mencairnya lapisan es pada kutub bumi yang berdampak pada naikknya ketinggian permukaan air laut. Naikknya ketinggian permukaan air laut dapat menyebabkan daratan yang tenggelam. Hal ini akan membuat luas daratan di permukaan bumi semakin mengecil. Selain itu, pemanasan global juga akan menyebabkan kekeringan, rusaknya tanaman perkebunan dan kepunahan pada beberapa hewan. Fakta ini akan memicu krisis multi dimensi.

Melihat fakta akan begitu besarnya dampak dari pemanasan global. United Nation melalui COP (Congres of Parties) 21 membuat kesepakatan berupa kerangka kerja bersama bernama Paris Agreement yang langsung di umumkan oleh President COP 21, Laurent Fabius pada 12 Desember 2015. Sebanyak 196 negara mendukung dan menyetujui kesepakatan tersebut. Salah satunya Indonesia.

Beberapa keputusan krusial yang tercantum pada Paris Agreement antara lain :

Paris Agreement dibuat dalam siklus 5 tahunan. Berdasarkan kesepakatan awal, tahun 2020 merupakan pemaparan program awalan dari Paris Agreement untuk merealisasikan keputusan yang telah tercantum pada Paris Agreement di tahun 2015.

Komitmen terhadap Paris Agreement ditunjukan oleh negara-negara di Dunia salah satunya dilakukan melalui peralihan dari energi fosil kepada energi baru terbarukan. Pada tahun 2030, Uni Eropa berkomitmen dapat mewujudkan bauran energi baru terbarukan sebanyak 30%. China dan India juga menjadi negara terdepan yang berkomitmen terhadap penggunaan energi baru terbarukan. Pada tahun 2024 India mentargetkan penggunaan energi baru terbarukan sebanyak 40%. Sedangkan China mentargetkan pemakaian energi baru terbarukan sebanyak 1/3 pada tahun 2040. Indonesia sendiri berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional pada tahun 2025 mentargetkan bauran EBT sebesar 25%.

Melihat begitu banyaknya negara yang komitmen terhadap isu pemanasan global memberi secercah harapan akan terwujudnya keputusan pada Paris Agreement. Semoga bumi akan menjadi lebih baik.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp