Blessing in Disguise : Self Healing Bumi selama Pandemi Covid-19

Blessing in Disguise Covid-19

Sumber : kompas.com

Sejak kemunculan pertama kali pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China. Tepat setahun berlalu, Covid-19 telah menyebabkan 1,815,260 orang diseluruh dunia meninggal dunia dengan 83,206,321 orang terinfeksi. Di Indonesia sendiri sejumlah 22,138 orang meninggal dunia dan 743,198 orang terinfeksi. Krisis multi dimensi juga disebabkan oleh pandemi Covid-19. Negara adidaya sekelas Amerika pun luluh lantah dibuatnya.

0
Meninggal Dunia
0
Terinfeksi

Total seluruh dunia pertanggal 31 Desember 2020.

Akan tetapi, selalu ada Blessing in Disguise. Termasuk pandemi Covid-19. Salah satu yang mendapatkan blessing adalah Bumi kita. Selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan dari emisi gas rumah kaca yang sangat signifikan yaitu sebesar 2,4 Milyar Ton berdasarkan data dari University of East Anglia, University of Exeter dan Global Carbon Project. Nilai ini turun sejauh 7% dibandingkan dengan tahun sebelumya dan menjadi penurunan emisi gas rumah kaca terbesar sepanjang sejarah. Amerika menyumbang penurunan terbesar yaitu sebesar 12%, disusul oleh Uni Eropa 11%.

Penurunan Emisi

Blessing in Disguise Covid-19

Seluruh Dunia 7%

America During Pandemic

Amerika 12%

Europe during Pandemic

Eropa 11%

India during Pandemic

India 9%

China during Pandemic

China 1.7%

gambar : en.wikipedia.org

Penurunan aktivitas transportasi menyumbangkan porsi terbesar dari total penurunan emisi gas rumah kaca. Emisi gas dari aktivitas transportasi turun lebih dari 50% dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Global Carbon Project, meskipun tahun 2020 terjadi penurunan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Angka ini masih sama dengan jumlah emisi gas rumah kaca pada tahun 2012. Sementara itu, Sistem iklim di bumi dipicu oleh akumulasi emisi gas rumah kaca selama berabad abad lamanya dan pemanasan global akan berhenti ketika emisi mendekati nol. Maka dari itu penurunan signifikan yang terjadi selama pandemi belum sepenuhnya permasalahan perubahan iklim.

Meskipun demikian, pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk kembali menurunkan emisi gas rumah kaca yang berakibat pada pemanasan global. Selain program dan rencana pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah dicanangkan. Inovasi dan kebiasan-kebiasan baru yang bermunculan selama pandemi Covid-19 juga mampu menambah upaya umat manusia untuk membuat Bumi lebih sehat.

Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan Bumi menjadi lebih sehat, sebagai investasi dari kita untuk generasi penerus dimasa yang akan datang.