Urban Mining, Cara Mengubah E-Waste Menjadi Berkah !

Urban Mining

Selain Sampah rumah tangga, sampah elektronik atau e-waste juga merupakan permasalahan yang cukup serius seiring dengan semakin pesarnya perkembangan teknologi. Jika kita melihat pada sisi yang lain, permasalahan ini dapat menjadi berkah tersendiri. Pasalnya, e-waste mempunyai potensi sumberdaya mineral yang besar. Berdasarkan kajian yang ada, dari 1 ton e-waste terdapat potensi sebesar 1,44 kg emas dan perak. Urban Mining merupakan salah satu konsep yang ditawarkan untuk mengambil berkah atas permasalahan ini.

Urban Mining in Korea

Definisi

Menurut SINTEF, salah satu lembaga riset indepen terbesar di Eropa, Urban Mining secara ringkas didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan kembali raw material dari produk yang telah tidak terpakai, bangunan maupun limbah. Raw material ini mencangkup logam maupun plastik. 

Potensi

Menurut data dari International Journal of Environtment Science and Development, pada tahun 2015 jumlah e-waste dari Handphone saja suda mencapai 45,4 juta ton. DI New Delhi, India, jumlah e-waste mencapai 1,72 juta ton pada 2020, jumlah ini 3 kali lebih besar dibandingkan tahun 2010. Sementara di China dapat menghasilkan e-waste sebenesar 2,3 juta ton sepanjang 2,3 juta ton. Dari seluruh e-waste yang ada, baru 15-20% yang terolah. Hal ini jelas merupakan peluang yang begitu besar, terlebih kandungan logam pada e-waste setara 40-50 kali lebih kaya dibandingkan dengan concentrate yang ada pada tanbang. Sebagai contoh, 1 ton concentrate emas hanya mampu menghasilkan 5 gram emas, sementara pada e-waste mampu menghasilkan 150 gram.

Mengapa ?

Disamping kandungannya yang lebih kaya dibandingkan concentrate yang ada di tambang. Terdapat alasan lain mengapa Urban Mining dapat menjadi pilihan :

  1. Era Mineral Berlimpah dan easy-to-extract hampir selesai.
  2. Recovery Logam dari e-waste lebih efisien dibandingkan dengan concentrate dari tambang.
  3. Jutaan e-waste tiap tahunnya belum terolah.
  4. Urban Mining secara perlahan menjadi satu-satunya sumber dari beberapa rare metals
  5. Urban Mining secara signifikan dapat mengurangi kerusakan lingkungan.
  6. Tambang Klasik tidak mampu memenuhi permintaan untuk industri electronic seiring dengan masifnya kemajuan teknologi di era revolusi 4.0
  7. Komunitas pebisnis dan investor mulai beralih kearah industri yang bersifat berkelanjutan serta ramah lingkungan.


Bagaiman sobat elgie ? Apakah urban mining akan sepenuhnya menggantikan Classic Mining ?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email