Biomassa Sebagai Sumber Energi

Energi biomassa
Credit : Freepik

Seiring berjalannya waktu, penggunaan bahan bakar fosil seperti batubara akan semakin meningkat. Ini terjadi dikarenakan semakin banyaknya aktivitas sehari hari yang mengandalkan mesin baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu alternatif yang dilakukan dalam upaya mengurangi ketergantungan akan batubara adalah memanfaatkan energi biomassa sebagai bahan substitusi yang dilakukan secara parsial ataupun fully substituted.

Biomassa merupakan sebuah istilah yang menunjukkan sebuah bahan yang berasal dari sumber alami yang sifatnya dapat terus menerus diperbaharui, contohnya adalah seperti tumbuhan maupun hewan baik itu dari zat sisa dari suatu proses maupun tidak. Penggunaan biomassa dalam rangka menggantikan batubara sebagai bahan bakar adalah karena bahan baku biomassa dapat diperoleh dengan biaya yang lebih murah bahkan gratis karena merupakan zat sisa dari proses pengambilan produk primernya.

 

Sumber energi biomassa pun memiliki beberapa kelebihan,antara lain adalah yang sifatnya dapat diperbaharui (renewable) sehingga menciptakan sebuah kesinambungan supply chain pasokan energi yang sifatnya kontinyu (sustainable). 

 

Dalam proses implementasinya, diperlukan sebuah proses konversi yang mesti dilakukan supaya biomassa yang ada dapat digunakan sebagai sumber energi. Secara umum proses konversi biomassa dibagi menjadi 3, yaitu adalah pembakaran secara langsung, konversi termokimiawi, dan konversi biokimiawi. 

 

Untuk pembakaran secara langsung merupakan sebuah proses yang paling sederhana jika dibandingkan dengan dua proses lainnya. Karena pada dasarnya biomassa dapat langsung dibakar dan menghasilkan energi kalor yang dapat dimanfaatkan. Sedangkan untuk konversi termokimiawi, diperlukan sebuah perlakuan khusus pada biomassa seperti adanya perlakuan termal sehingga menghasilkan sebuah reaksi kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Kemudian untuk konversi biokimiawi adalah dengan memanfaatkan eksistensi mikroba untuk merubah biomassa sehingga menghasilkan energi bahan bakar.

Pemanfaatan Energi Biomassa

1. Biobriket

Biobriket adalah sebuah biomassa yang dipadatkan sehingga diperoleh bentuk yang lebih teratur jika dibandingkan dengan bentuk single dari biomassa itu sendiri. Umumnya cara yang dilakukan adalah dengan proses dimampatkan dengan bantuan tuas bertekanan. Beberapa biomassa yang dapat diubah menjadi biobriket adalah serbuk gergaji, serbuk kayu, sekam, arang sekam, dan biomassa lainnya.

Energi biomassa
Biobriket. Credit : tokomesin.com

2. Gasifikasi Biomassa

 

Secara bahasa, gasifikasi biomassa adalah merubah bahan biomassa (selulosa) menjadi sebuah bahan bakar di dalam sebuah reaktor gasifier. Gas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menggerakan motor dari sebuah generator sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Gasifikasi biomassa merupakan sebuah alternatif yang dapat dilakukan untuk diversifikasi energi. Selain itu gasifikasi biomassa dapat menjawab persoalan akan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang masih belum dapat dimanfaatkan secara baik. Secara garis besar, reaktor gasifikasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu unit pengkonversi umpan menjadi gas, unit pemurnian gas, dan uni pemanfaatan gas.

Energi biomassa
Gasifikasi biomassa. Credit : ResearchGate

3. Pyrolysis

 

Pyrolysis adalah suatu proses dekomposisi secara kimia suatu bahan dengan melalui proses pemanasan tanpa adanya atau sedikitnya kehadiran oksigen. Pada umumnya proses pirolisis ini berjalan pada suhu di atas 300 °C. Dengan pirolisis, bahan biomassa yang ada akan diubah secara termokimiawi menjadi gas. Gas tersebut kemudian didinginkan dan diubah menjadi cairan atau asap cair dengan melewatkannya ke dalam kondensor. Cairan inilah yang akan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar.

Energi biomassa
Pyrolysis. Credit : ResearchGate

4. Biokimia

 

Biokimia adalah suatu proses yang memanfaatkan kehadiran mikroba dalam proses konversi biomassa menjadi bahan bakar. Beberapa cara yang termasuk ke dalam konversi biokimia adalah proses fermentasi hidrolisis, dan anaerobic digestion. Hidrolisis fermentasi adalah proses di mana biomassa yang berupa selulosa dan hemiselulosa dipecah menjadi monosakarida (glukosa dan xilosa) yang kemudian difermentasi menjadi bioetanol. Anaerobic digestion adalah sebuah proses penguraian bahan organik menjadi gas CH4 dan gas lain. 

Energi biomassa
Fermentasi biomassa. Credit : www.kobelco-eco.co.jp
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email