HPSN 2021, Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi

TPA

Setiap tahunnya, tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional atau biasa disingkat HPSN. Peringatan ini pertama kali dicanangkan pada 21 Februari 2006. HPSN juga diperingati untuk mengenang peristiwa Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang merenggut 157 korban jiwa akibat tumpukan sampah. Hal ini pula yang mendasari penentuan Hari Peduli Sampah Nasional. HPSN 2021 mengusung tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”.

Credit : shin.or.id

Pandemi Covid-19 yang terjadi dari tahun lalu hingga saat ini akan membuat peringatan HPSN terasa berbeda. Krisis multi dimensi yang disebabkan pandemi Covid-19 sudah seharusnya menjadikan HPSN menjadi titik balik dari pengelolaan sampah di Indonesia serta menjadikannya sebagai salah satu modal untuk bangkit, sama halnya dengan tema yang diusung “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”.

Tema HPS tahun ini nampaknya bukanlah isapan jempol belaka, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020 mengenai perekonomian Indonesia. Sektor pengelolaan sampah dan limbah merupakan sektor yang pertumbuhannya positif bahkan tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 6,04%. Sektor ini termasuk yang tahan banting terhadap dampak dari pandemi. Jika ditilik lebih jauh, sampah memiliki peluang akan terbukanya sektor industri baru meliputi pengumpulan dan pengangkutan sampah, industri mesin pengolahan sampah, industri daur ulang sampah, industri komposting dan biogas serta industri energi alternatif hasil dari pengolahan sampah.

Negara dengan Pengelolaan Sampah Terbaik

Sebagai upaya optimalisasi pengelolaan sampah, Indonesia dapat mencontoh beberapa negara yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah terbaik di Dunia. Berikut merupakan beberapa negara dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di Dunia :

Jerman

Jerman merupakan negara dengan tingkat daur ulang sampah tertinggi di Dunia. Jerman mampu mendaur ulang 56,1% sampahnya. Keberhasilan Jerman dalam mendaur ulang sampah tidak terlepas dari tingginya kesadaran masyarakatnya terkait permasalahan sampah.

German Waste Management

Credit : studijerman.com

Korea Selatan

Salah satu negara di Asia Timur ini merupakan negara dengan pengelolaan sampah terbaik di Asia. Korea Selatan mampu mendaur ulang sampahnya sebesar 53,7%. Pengawasan yang ketat serta sanksi yang tegas menjadi kunci keberhasilan Korea Selatan.

Korea Waste Management

Credit : medium.com

Swiss

Swiss juga termasuk negara yang sukses dalam pengelolaan sampah. Swiss berhasil mendaur ulang sampahnya sebesar 49,7%. Sanksi berat menjadi kiat sukses Swiss dalam pengelolaan sampah di negaranya.

Credit : topcareer.id

Jika negara-negara diatas mampu untuk mengelola sampahnya dengan baik, Indonesia juga harus bisa ! Mari jadikan HPNS sebagai momentum untuk merevolusi pengelolaan sampah di Indonesia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email