Black Soldier Fly, Si Kecil Kecil Cabe Rawit

Black Soldier Fly
Credit : Northern Recycling

Lalat. Ketika mendengar nama hewan tersebut tentu pikiran kita akan berimajinasi tentang sebuah hewan yang menjijikkan, penyebar kuman penyakit, dan yang pastinya adalah sangat mengganggu kehidupan sehari hari kita sebagai manusia. Namun tidak demikian untuk lalat dengan jenis yang satu ini. Lalat ini merupakan lalat ‘khusus’ yang biasa disebut dengan Black Soldier Fly

 

Lalat Black Soldier Fly merupakan salah satu jenis lalat yang memiliki manfaat yang mungkin banyak orang tidak pernah membayangkannya. Lalat jenis ini secara langsung sudah sangat berjasa dalam membantu menguraikan limbah limbah organik yang ada di sekitar lingkungan kita.

Lalat Black Soldier Fly memiliki ukuran yang lebih besar dibanding dengan lalat yang sering kita jumpai di lingkungan kita. Lalat ini diketahui memiliki panjang yang berkisar antara 15 – 20 mm. Lalat jenis ini umumnya memiliki siklus hidup berkisar 45 hari yang terhitung sejak telur hingga menjadi lalat dewasa.


Black Soldier Fly tidak memiliki warna hijau di bagian tubuhnya. Seluruh bagian tubuhnya hampir berwarna hitam. Inilah yang menjadikan lalat jenis ini sangat mudah untuk diidentifikasi dan dibedakan dengan jenis lalat yang lainnya. Meskipun berasal dari golongan lalat, namun lalat Black Soldier Fly tidak menularkan bakteri, penyakit, bahkan kuman ke manusia.

Credit : malangtimes

Lalat Black Soldier Fly dapat menjalankan fungsinya sebagai pengurai sampah organik apabila lalat BSF betina menempatkan telurnya yang menjadi cikal bakal dari maggot atau belatung pada substrat substrat dari limbah limbah organik seperti buah buahan, sayuran, kompos, ampas kopi, dan juga bahan bahan pangan lainnya. Lalat betina biasanya akan menghasilkan sebanyak 500-900 butir telur. Untuk memperoleh sebanyak 1 gram telur maka diestimasikan membutuhkan lalat BSF sebanyak 14-30 ekor. Dari 1 gram telur tersebut akan menghasilkan 3-4 kg larva atau maggot.

 

Telur telur dari lalat ini akan mengalami masa inkubasi selama kurang lebih 72 jam hingga akhirnya menetas dan menghasilkan seekor larva. Larva larva yang baru menetas akan langsung memasuki fase makan. Pada fase ini larva akan bertindak sebagai ‘konsumen’ dari limbah limbah organik dan mengurainya. Fase ini akan berlangsung kurang lebih selama 18 hari.

Credit : sciencedirect

Dari proses inilah bagaimana limbah limbah organik dapat terurai dengan bantuan dari larva larva lalat Black Soldier Fly. Lalu tahukah kalian bahwa dari proses ini dapat menghasilkan sebuah nilai ekonomi? Ya ketika larva ‘memakan’ limbah limbah organik tersebut, maka larva tersebut akan tumbuh menjadi maggot atau belatung. Apabila belatung ini dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering maka dapat menjadi bahan pakan ternak yang bernilai ekonomis.

 

Memang bagi sebagian orang pasti akan merasa jijik ketika melihat belatung belatung tersebut sedang melakukan tugasnya sebagai pengurai sampah organik. Namun perlu kita sadar bahwa ini merupakan salah satu alternatif yang ampuh dalam menanggulangi masalah sampah organik yang setiap harinya semakin menumpuk. Apabila dibudidayakan secara tepat guna, maka proses penguraian limbah organik ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi sebagian orang.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email