Industri pertambangan merupakan industri yang identik dengan biaya serta resiko yang tinggi. Oleh karena itu, dalam setiap prosesnya dilakukan dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian. Lengah sedikit saja maka kerugian telah menanti. Tidak hanya dari aspek ekonomis melainkan dari keselamatan pekerjanya. Sebaliknya, jika aktivitas pertambangan dilakukan secara efektif dan efisien maka keuntungan yang berlimpah telah siap untuk di raup. Di Indonesia sendiri, industri pertambangan memiliki peran yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Industri ini menyumbang hampir 5% dari GDP dan berkontribusi sebesar 15% terhadap ekspor. Dalam upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keselamatan dalam Industri pertambangan, teknologi digital memiliki peran yang cukup besar.

Penerapan teknologi digital pada industry pertambangan mampu meningkatkan margin hingga 20%. Melalui teknologi digital maka aktivitas produksi akan lebih terstandarisasi serta mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya ialah terjadinya peningkatan keselamatan kerja bagi para pekerjanya.

Berdasarkan riset terakhir yang dilakukan oleh McKinsey, 80% perusahaan pertambangan di Indonesia telah mengetahui teknologi digital, akan tetapi lebih 85% belum mengimplementasikannya. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam menerapkan teknologi digital pada Industri Pertamabangan di Indonesia antara lain Koneksi Internet yang lemah pada lokasi tambang, terbatasanya ekosistem digital yang aware pada Industri Pertambangan, serta masih minimnya penguasaan skill digital.

Pemanfaatan teknologi digital pada industri pertambangan memunculkan peluang bisnis baru. Market value dari transformasi teknologi digital pada industri pertambangan diperkirakan akan mencapai $ 1.97 Triliun pada tahun 2022.

Menurut Dupont Sustainable Solution, setidaknya terdapat 3 prioritas untuk mengefektifkan teknologi digital pada Industri Pertambangan, antara lain :

  1. Mengadopsi pandangan yang terintegrasi terkait key value dan resiko untuk memaksimalkan dampak terhadap kinerja bisnis maupun K3LH.
  2. Mengintegrasikan kemampuan digital pada Sistem Management Operasional antar level untuk mendukung pengambilan keputusan beserta kinerja yang positif dengan mempertimbangan management resiko.
  3. Merubah kemampuan kepemimpinan serta budaya sebagai prasyarat untuk adaptasi.
 

Adapun beberapa sektor kunci yang dapat mempergunakan teknologi digital antara lain :

  1. Eksplorasi
 
  • Melakukan kegiatan eksplorasi dengan Artificial Intelegent (AI) dan predictive analytics.
  • Identifikasi target zona menggunakan AI.
  • AI sebagai alat untuk meningkatkan target eksplorasi.
  • Autonomous drilling.
 
  1. Tambang dan Processing
 
  • Autonomous Operations dan Self Driving Truck/Train
  • Smart Sorting Equipment.
  • Real Time Monitoring.
  • Predictive Maintenance.
  • Spare Part 3D printing.
 
  1. Sales dan Marketing
 
  • Trading Analytics
  • Demand Forecasting menggunakan predictive analytics.
  • Price Movement Forecasting
  1. Supply Chain dan Logistik
  • Penggunaan Big Data untuk Smart Procurment
  • Drone untuk pengaturan inventory, site surveying, traffic management dan Blast Planning.
  • Shipment Tracking dan optimalisasi rute.
  •  

Dalam upaya meningkatkan awareness dan ekosistem digital pada Industri pertambangan, MIND ID mengadakan event MIND ID Goes Digital, sebuah ajang kompetisi pengembangan aplikasi digital pertama di Indonesia yang mengusung tema Industri Pertambangan. Info selengkapnya kunjungi goesdigital.mind.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email