Ini Kilang Minyak Pertamina Yang Pernah Terbakar

Kilang minyak pertamina
Credit : kompas

Kilang minyak yang dimiliki oleh PT. Pertamina RU VI Balongan yang berada di Indramayu mengalami ledakan dan terbakar hebat pada hari senin (29/03/2021) dini hari. 

 

Akibat ledakan tersebut sebanyak 912 jiwa diungsikan dan ditempatkan di tiga posko pengungsian yaitu sebanyak 220 jiwa di Gor Kompleks Perum Pertamina Bumi Patra, 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu, dan yang terakhir sebanyak 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu.

Selain itu ledakan kilang minyak ini menyebabkan kerugian di sejumlah bangunan dan rumah milik warga yang bermukim di area sekitar kilang minyak. Banyak dari bangunan dan rumah yang mengalami kerusakan di bagian kaca dan juga plafon.

 

Kebakaran kilang minyak milik Pertamina kali ini bukanlah kejadian pertama yang pernah terjadi. Ternyata kebakaran kilang minyak Pertamina pernah juga terjadi di sejumlah lokasi yang ada di Indonesia.

 

Berikut ulasannya

Kilang Minyak Pertamina Balongan Oktober 2007

Mengutip data dari BBC, pada Oktober 2007, kilang minyak milik Pertamina Balongan mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut rupanya tidak mengganggu aktivitas produksi dan hanya mengganggu unit fasilitas pengolahan limbah.

Kilang Minyak Pertamina Cilacap Maret 2008, Juni 2009, dan Oktober 2016

Mengutip dari detik. Pada 9 Maret 2008 terjadi kebakaran di unit kilang minyak milik Pertamina UP IV Cilacap. Meski kebakaran yang terjadi tidaklah besar, namun akibat kejadian ini sebanyak tiga orang meninggal. Satu orang meninggal di tempat, satu orang ketika dilarikan ke rumah sakit, dan satu lainnya sesaat ketika sampai di rumah sakit.

 

Setahun berselang, kebakaran di kilang minyak ini kembali terjadi pada 3 Juni 2009. Kilang minyak Pertamina Cilacap terbakar akibat adanya peristiwa kebocoran di unit Kilang Fuel Oil Complex (FOC) II unit B.

 

Kemudian pada Oktober 2016, kebakaran kembali lagi terjadi di kilang minyak Pertamina Cilacap. Kebakaran terjadi di sebuah tangki penyimpanan asphalt yang berada di tengah tengah kawasan kilang. Untungnya kebakaran ini dapat langsung tertangani dengan baik sehingga aktivitas produksi minyak tidak terganggu.

Kilang Minyak Pertamina Balikpapan Agustus 2019, dan Juni 2020

Kebakaran kilang minyak juga pernah terjadi di unit PT. Pertamina V di Balikpapan. Mengutip dari kompas, kebakaran tersebut terjadi pada 15 Agustus 2019. Diduga api muncul dari pipa yang sedang mengalami perbaikan. Namun api yang muncul dapat langsung tertangani dengan baik sehingga tidak adanya korban yang berjatuhan.

 

Berselang satu tahun, kebakaran kembali terjadi di unit kilang minyak Balikpapan. Mengutip dari kompas, kebakaran terjadi pada tanggal 19 Juni 2020. Kebakaran ini berasal dari salah satu area yang disebut dengan Hydrocracker Unit Plant 3B. Namun kebakaran ini tidak menimbulkan korban dan kerugian yang luas.

Kilang Minyak Pertamina Dumai Februari 2014

Kilang minyak Pertamina yang terletak di Dumai mengalami kebakaran pada 16 Februari 2014. Berdasarkan info yang diperoleh dari situs resmi Pertamina, kebakaran tersebut terjadi ketika adanya proses penaikan temperatur pada Hydrocracking Unit 211. Seketika muncul percikan api di unit penukar panas heater 211-H-1. Ketika percikan api itu muncul sistem langsung dimatikan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.