elgie.id – Teknologi 5G telah hadir di tahun 2020, teknologi ini dirancang untuk menghadirkan koneksi telekomunikasi yang cepat dan merupakan upgrading dari teknologi 4G. Menariknya pada saat teknologi ini diluncurkan para insinyur dari University of Ottawa telah memulai memikirkan tentang teknologi 6G.

Prof. Melike Erol-Kantarci (Ketua Riset Kanada di AI-Enabled Next-Generation Wireless Networks) mengatakan: “Sistem komunikasi nirkabel menjadi semakin rumit, sehingga mereka berada di luar jangkauan dan interpretasi manusia”.

Komponen penting dalam teknologi 6G adalah kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini sedang dalam tahap awal pengembangan, yang pada akhirnya akan menggantikan teknologi 5G dalam waktu sekitar 10 tahun kedepan.

Para peneliti mencoba memutuskan apa yang dapat dilakukan oleh teknologi 6G, kuncinya adalah berpikir futuristik dan memprediksi apa kebutuhan konsumen di masa yang akan datang.

“Misalnya, saat pengembangan 5G pertama kali dimulai 10 tahun lalu, idenya adalah mencapai latensi satu milidetik,” kata Erol-Kantarci.

Latensi adalah jeda waktu teknologi telekomunikasi antara ketika pengguna memberi perintah tugas dan ketika perintah itu dijalankan oleh teknologi tersebut.

Saat ini, 5G belum dapat mencapai latensi satu milidetik, jadi tujuan barunya adalah 6G mencapai latensi 1 milidetik. Teknologi 6G, diharapkan dapat membuat smart factories, komunikasi dalam bentuk holografik, dan internet ‘indera’ yang memungkinkan pengguna merasakan empat indera melalui gelombang udara.

Teknologi 6G juga diharapkan mampu menggabungkan dunia virtual dengan kehidupan nyata. Melalui realitas, benda-benda digital dan benda fisik dapat berada dalam ruang yang sama.

Namun, masih banyak penelitian yang diperlukan untuk melampaui batas teknologi saat ini dan mendapatkan hasil maksimal dari penemuan masa depan.

Bagaimana menarik bukan? Nantikan artikel menarik lainnya hanya di elgie.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email