PLTS Atap, Solusi Tarif Listrik Hemat

PLTS Atap
PLTS atap rumah - Ilustrasi (Ist)

Seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi bersih, banyak masyarakat yang sudah mulai beralih menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap rumah.

 

Dengan begini, secara tidak langsung masyarakat dapat menekan produksi emisi karbon dioksida yang berasal dari pembangkit listrik yang sumber energinya masih berasal dari batubara. Dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh Batan, sebanyak 1,05 kg emisi dihasilkan untuk setiap kWh listrik yang diperoleh.

Selain itu pemanfaatan PLTS atap rumah dapat menjadi sebuah peluang penghematan biaya tagihan listrik oleh PLN bagi setiap penggunanya dikarenakan hanya menggunakan listrik yang berasal dari PLN ketika hanya dibutuhkan saja. 

 

Terlebih lagi sistem on-grid (tersambung dengan listrik PLN) yang diterapkan menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin beralih ke PLTS atap rumah.

 

Untuk saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa biaya yang diperlukan untuk memasang PLTS atap rumah tidaklah murah. Meskipun demikian pengguna akan dapat merasakan penghematan biaya tarif listrik setelah balik modal dalam kurun waktu beberapa tahun.

Menurut ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia,  Arya Rezavidi balik modal dapat terjadi dalam kurun waktu 7 tahun. Setelah itu pengguna akan merasakan manfaat penggunaan PLTS atap rumah.

 

Lalu apakah kalian tertarik untuk mulai mengaplikasikan PLTS atap rumah? Jika ya, jangan khawatir, sudah terdapat sebuat situs yang diluncurkan oleh Kementerian ESDM perihal simulasi instalasi dan potensi penghematan biaya listrik yang dapat diperoleh.

Situs tersebut dapat diakses melalui link https://esmart-plts.jatech.co.id/home.html. Di situs tersebut sudah tersedia fitur fitur perhitungan otomatis seperti lokasi rumah atau bangunan yang akan dilakukan instalasi pemasangan PLTS atap, biaya tarif listrik PLN yang dikeluarkan setiap bulannya, luas area tersedia, tipe bangunan, daya listrik PLN terpasang, jenis atap, arah atap, dan kemiringan atap.

Ketika pengguna mengisi fitur fitur tersebut maka akan tampil sebuah simulasi terkait potensi PLTS yang dapat diperoleh, biaya instalasi PLTS, potensi besaran penghematan tarif listrik, hingga potensi pengurangan emisi karbon yang dapat dihasilkan jika tidak menggunakan PLTS atap rumah.

 

Elgie sudah mencoba melakukan simulasi penggunaan situs yang disediakan oleh Kementerian ESDM tersebut. Jika luas area yang tersedia diasumsikan seluas 10 m2, tipe bangunannya adalah rumah tangga, lalu daya PLN yang terpasang sebesar 1300 VA, dengan tarif bulanan listrik sebesar Rp 600.000, posisi rumah yang menghadap ke arah barat dan kemiringan atap sebesar 30°.

Dengan asumsi tersebut, maka dapat diketahui bahwa potensi PLTS adalah sebesar 0,67 kWp. Lalu biaya investasi instalasi panel surya sebesar 12 juta rupiah kemudian disebutkan potensi besaran penghematan tarif listrik yaitu sebesar 120 ribu rupiah setiap bulannya. Selain itu berpotensi untuk mengurangi emisi karbon sebesar 15,263 ton CO2.

 

Dengan begini dalam kurun waktu kurang lebih 8 tahun, pengguna akan dapat merasakan keuntungan penggunaan PLTS atap rumah. Usia pakai panel surya itu sendiri yaitu selama kurang lebih 25 tahun.

 

Bagaimana? Menarik bukan? Nantikan konten konten kami menariknya hanya di elgie.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.

Green industry merupakan sebuah filosofi yang muncul akibat dari adanya usaha preservasi dan perlindungan terhadap sebuah lingkungan hidup. Dalam aplikasinya, green industry bertujuan untuk menciptakan sebuah kestabilan antara kehidupan industri dan juga lingkungan. Selain itu manfaat lainnya adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup, menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, melakukan efisiensi penggunaan energi, mempromosikan kestabilan pembangunan ekonomi, serta meningkatkan wawasan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sebuah lingkungan.