Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau lebih dari 16.000 dan luas laut sekitar 75% dari total luas wilayah. Wilayah laut tersebut terdiri dari 3,1 juta km2 laut teritorial dan 2,7 juta km2 laut Zona ekonomi Eksklusif. Melalui wilayah laut yang luas, selain memiliki potensi perikanan yang besar, Indonesia juga memiliki potensi energi laut yang besar.  Energi laut tersebut antara lain berupa energi pasang surut, energi gelombang, energi arus laut dan energi perbedaan suhu lapisan laut. Energi pasang surut air laut disebut dengan energi tidal. Potensi energi tidal yang dimiliki oleh Indonesia sekitar 41 Giga Watt.

Potensi terbesar dari energi tidal di Indonesia berada di Bagan Siapi-api dengan ketinggian pasang surut air laut mencapai 7 meter. Kemudian ada Teluk Bima, Kalimantan Barat dan Pantai Selatan Jawa dengan ketinggian pasang surut air laut mencapai 5 meter.

Credit : Green Mechanic

Apa itu Energi Tidal ?

Energi Tidal merupakan energi yang berasal dari pasang surut air laut. Energi yang dihasilkan dari pasang surut air laut yang merupakan energi kinetik dikonversi menjadi energi listrik melalui pembangkit.

Terdpat 2 jenis pembangkit listrik tenaga tidal. Pertama adalah Tidal Barrage Energy. Kedua, Tidal Steam Generator.  Prinsip kerja dari Tidal Barrage Energy mirip dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Terdapat 3 komponen utama pada Tidal Barrage Energy, yaitu Barrage (Bendungan) yang berfungsi untuk menahan air, lalu Water gate yang berfungi untuk mengatur aliran air masuk pada bagian ketiga berupa turbin dan generator. Water Gate akan terbuka selama air pasang dan tertutup saat air surut.

 

Tidal Steam Generator memiliki prinsip kerja seperti pembangkit listrik tenaga angin akan tetapi berada dibawah permukaan air laut. Turbin pada Tidal Steam Generator mengkonversi energi kinetik yang berasal dari gelombang laut menjadi energi listrik. Tidal Steam Generator dapat menghasilkan energi listrik dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin karena berat jenis Air jauh lebih besar dibandingkan dengan berat jenis Angin.

Credit : engihub

Kelebihan dan Kekurangan Energi Tidal

Energi Tidal memiliki beberapa keunggulan dibandingkan energi baru terbarukan lainnya, antara lain :

1. Memiliki ketahan yang lama

Jika dibandingkan dengan Turbin Angin maupun Panel Surya yang berumur 20-25 tahun. Pembangkit listrik tenaga tidal mampu bertahan 4x lebih lama yaitu mampu mencapai 100 tahun.

2. Mudah diprediksi

Energi Tidal lebih mudah diprediksi dari pada Energi Baru Terbarukan lain seperti Energi Surya maupun angin karena kepastian mengenai pasang surut air laut yang lebih mudah diprediksi dibandingkan dengan waktu pencahayaan matahari maupun laju aliran angin.

Sementara itu, kelemahan yang dimiliki oleh energi tidal antara lain :

1. Biaya investasi yang mahal

Pemasangan pembangkit listrik energi tidal yang berada di bawah permukaan laut memuat investasi pembangkit jauh lebih besar dibandingkan PLTS atau PLTB. Posisi yang berada di bawah permukaan laut mengharuskan material turbin harus tahan terhadap korosi serta kekuatan yang jauh lebih tinggi daripada turbin angin. Medan instalasi pembangkit yang berada di bawah permukaan air laut juga membuat biaya investasi Pembangkit listrik Energi Tidal menjadi lebih tinggi.

2. Dampak terhadap lingkungan

Pada tahapan pembangunannya, Pembangkit Energi Tidal mengharuskan area bebas dari terumbu karang dan hal ini membuat ekosistem biota laut di area tersebut menjadi terancam. Selain itu, perputaran turbin pada pembangkit dapat mengancam kehipan ikan maupun hewan lainnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email